Siapa yang tak kenal Michael Jordan,steve vai,Christian
ronaldo,taufik hidayat, yang kita ketahui mereka memiliki bakat yang luar biasa sehingga membuat kita takjub
dengan kemampuan mereka yang seperti manusia unggul. Pertanyaannya apakah yang
membuat mereka sedemikian luar biasa? Apakah mereka memang telah membawa bakat
sejak lahir?
Selama lebih dari 100 tahun para psikolog dan neurolog di
seluruh dunia telah terlibat dalam perdebatan tentang apakah bakat bawaan lahir
itu ada. Jawaban logis bagi kebanyakan kita ya. Lagipula, tidak semua orang
yang ingin menjadi penyanyi dan memiliki impian besar serta bekerja dapat
menjadi seorang megabintang.
sekarang, yang menarik dari hipotesis ini adalah semakin
dalam para psikolog dan neurolog itu mempelajari rahasia para orang berbakat,
semakin kecil peran bakat bawaan lahir, dan semakin besar peran kerja keras
dalam kesuksesan mereka.
Dikatakan oleh Thomas alpha Edison bahwa bakat hanya
menyumbang 1% kesuksesan seseorang sedangkan 99% berasal dari kerja keras. Namun
beberapa argumen menolak hipotesis itu, mereka menunjukkan bahwa ada ada
anak-anak ajaib yang lahir dengan bakat-bakat tertentu dan menunjukan kemampuan
luar biasa secara alami, seperti dapat
berbicara, membaca atau bermain music dan memenangkan kompetisi melawan
orang yang jauh lebih diwesa di usia
yang sangat muda.
Namun, pada penyelidikan lebih jauh kasus itu umunya sangat
melibatkan orang tua yang menstimulasi minat dan pikiran anak-anak mereka sejak
awal. kerja Keras itu dilakukan oleh orang tua.
Sebagai contoh, Mozart dikenal
telah menulis musik pada usia 6 tahun. Penyelidikan lebih jauh menunjukan bahwa
ayahnya telah mulai mengajarkan musik kepada Mozart sejak usianya 3 tahun dan
sebenarnya membantunya dalam menulis banyak karya awalnya. Tujuh konser
pertamanya sebagian besar berupa adaptasi dan aransemen ulang dari composer
lain. Karya besar pertamanya, yang diakui sebagai benar-benar karayanya
sendiri, baru dibuat saat usianya 21 tahun. Tidak ada pembuktian sesorang yang
ahli di suatu bidang tanpa disertai pengalaman atau latihan yang terus menerus.
Jadi jangan pernah beralasan kalau anda kekurangan bakat,
anda dapat dapat membuat diri anda hebat dengan tetap fokus dan berlatih.
Disamping itu agar usaha kita mendapatkan hasil yang maksimal dan menjadi ahli
dibidang apapun,bapak tung desem Waringin mengatakan ada 3 hal yaitu:
1.
Belajar dari yang terbaik
Jika kita ingin ahli bermain sepak bola,
pertanyaanya apakah kita harus belajar dengan penjual bola atau Christian
ronaldo? Sudah tentu Christian ronaldo.
Begitu juga dalam bidang apapun kita harus belajar dari siapun yang
telah ahli di bidang tersebut yang terbukti memiliki pengalaman dibidangnya.
Jika kita belajar berbisnis dengan orang yang sama sekali tidak memiliki
pengalaman di bidang bisnis sama saja seperti kita orang buta yang di tuntun
oleh orang buta.
Setelah kita telah menemui orang yang
terbaik,selanjutnya pelajari strategi mereka belajar dengan detail, pelajari
bagaiman kebiasaan mereka belajar, pelajari bagaimana pola mereka berlatih, apa yang membuat mereka
teta[ bersemangat berlatih, dalam sehari berapa waktu yang dibutuhkan mereka
untuk berlatih. Pelajari strategi mereka yang efektif dan buang yang tidak
efektif.
Kita tidak perlu belajar langsung dari
mereka yang ahli dibidangnya, kita bisa membaca buku-bukunya, mencari informasi di internet, maupun dari
video, di youtube banyak sekali berbagai
macam tutorial yang bisa kita pelajari.
2.
Larut sepenuhnya
Dikatakan bahwa Michael Jordan seorang
pemain basket terhebat sepanjang sejarah, berlatih 8-10 jam sehari, setiap
hari. Ia mengulangi ribuan kali gerakan yang berbeda yang di butuhkan untuk
menyempurnakan permainannya. Yang dilakukan oleh seorang Michael Jordan
memperlihatkan betapa ia larut sepenuhnya untuk menguasai bidangnya.
Untuk larut sepenuhnya kita harus selalu
fokus dan konsisten dalam usaha kita. berlatih 2 jam sehari lebih baik daripada
berlatih 5 jam tetapi seminggu sekali.
Sambil anda berlatih, anda harus berfokus
untuk terus meneru memperbaiki hasil anda, anda juga harus mengukur hasil-hasl
setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun untuk memastikan kalau anda
terus menjadi semakin baik.
3.
Pengulangan
koki yang berlatih membuat pizza merasa
telah mahir membuat pizza akhirnya ia memutuskan untuk berlatih resep masakan
yang baru, namun karena bertahun tahun tidak pernah berlatih membuat pizza lagi
akhirnya ia lupa bagaiman caranya membuat pizza. Seperti sang koki karena
merasa sudah mahir terhadap suatu hal kadangkala kita berhenti mempelajarinya.
Coba anda ingat-ingat lagi berapa banyak pelajaran di sd, smp atau sma yang
masih anda ingat sampai sekarang jika anda tidak pernah mempelajarinya lagi,
tentunnya banyak yang telah kita lupakan. Rahasia untuk menjadi sangat hebat
sehingga terlihat tidak perlu usaha keras adalah pengulangan terus menerus atas
tindakan yang benar. Inilah mengapa bruce lee berlatih tendangan sederhana
sebanyak lebih dari 10.00 kali dan Michael Jordan melempar bola ke keranjang
200 kali sehari.
Sumber: Winning the Game of Life (Adam Khoo)
Life
Revolution (Tung desem waringin)
Berbagai media online
0 komentar:
Posting Komentar