Diberdayakan oleh Blogger.
 

Rabu, 04 Desember 2013

Cara efektif menjadi master dibidang apapun

0 komentar




Siapa yang tak kenal Michael Jordan,steve vai,Christian ronaldo,taufik hidayat, yang kita ketahui mereka memiliki bakat yang  luar biasa sehingga membuat kita takjub dengan kemampuan mereka yang seperti manusia unggul. Pertanyaannya apakah yang membuat mereka sedemikian luar biasa? Apakah mereka memang telah membawa bakat sejak lahir?

Selama lebih dari 100 tahun para psikolog dan neurolog di seluruh dunia telah terlibat dalam perdebatan tentang apakah bakat bawaan lahir itu ada. Jawaban logis bagi kebanyakan kita ya. Lagipula, tidak semua orang yang ingin menjadi penyanyi dan memiliki impian besar serta bekerja dapat menjadi seorang megabintang.

sekarang, yang menarik dari hipotesis ini adalah semakin dalam para psikolog dan neurolog itu mempelajari rahasia para orang berbakat, semakin kecil peran bakat bawaan lahir, dan semakin besar peran kerja keras dalam kesuksesan mereka. 

Dikatakan oleh Thomas alpha Edison bahwa bakat hanya menyumbang 1% kesuksesan seseorang sedangkan 99% berasal dari kerja keras. Namun beberapa argumen menolak hipotesis itu, mereka menunjukkan bahwa ada ada anak-anak ajaib yang lahir dengan bakat-bakat tertentu dan menunjukan kemampuan luar biasa  secara alami, seperti dapat berbicara, membaca atau bermain music dan memenangkan kompetisi melawan orang  yang jauh lebih diwesa di usia yang sangat muda.
Namun, pada penyelidikan lebih jauh kasus itu umunya sangat melibatkan orang tua yang menstimulasi minat dan pikiran anak-anak mereka sejak awal. kerja Keras itu dilakukan oleh orang tua. 
Sebagai contoh, Mozart dikenal telah menulis musik pada usia 6 tahun. Penyelidikan lebih jauh menunjukan bahwa ayahnya telah mulai mengajarkan musik kepada Mozart sejak usianya 3 tahun dan sebenarnya membantunya dalam menulis banyak karya awalnya. Tujuh konser pertamanya sebagian besar berupa adaptasi dan aransemen ulang dari composer lain. Karya besar pertamanya, yang diakui sebagai benar-benar karayanya sendiri, baru dibuat saat usianya 21 tahun. Tidak ada pembuktian sesorang yang ahli di suatu bidang tanpa disertai pengalaman atau latihan yang terus menerus.

Jadi jangan pernah beralasan kalau anda kekurangan bakat, anda dapat dapat membuat diri anda hebat dengan tetap fokus dan berlatih. Disamping itu agar usaha kita mendapatkan hasil yang maksimal dan menjadi ahli dibidang apapun,bapak tung desem Waringin mengatakan ada 3 hal yaitu: 

1.       Belajar dari yang terbaik
Jika kita ingin ahli bermain sepak bola, pertanyaanya apakah kita harus belajar dengan penjual bola atau Christian ronaldo? Sudah tentu Christian ronaldo.  Begitu juga dalam bidang apapun kita harus belajar dari siapun yang telah ahli di bidang tersebut yang terbukti memiliki pengalaman dibidangnya. Jika kita belajar berbisnis dengan orang yang sama sekali tidak memiliki pengalaman di bidang bisnis sama saja seperti kita orang buta yang di tuntun oleh orang buta.

Setelah kita telah menemui orang yang terbaik,selanjutnya pelajari strategi mereka belajar dengan detail, pelajari bagaiman kebiasaan mereka belajar, pelajari bagaimana pola  mereka berlatih, apa yang membuat mereka teta[ bersemangat berlatih, dalam sehari berapa waktu yang dibutuhkan mereka untuk berlatih. Pelajari strategi mereka yang efektif dan buang yang tidak efektif.

Kita tidak perlu belajar langsung dari mereka yang ahli dibidangnya, kita bisa membaca buku-bukunya,  mencari informasi di internet, maupun dari video,  di youtube banyak sekali berbagai macam tutorial yang bisa kita pelajari.

2.       Larut sepenuhnya
Dikatakan bahwa Michael Jordan seorang pemain basket terhebat sepanjang sejarah, berlatih 8-10 jam sehari, setiap hari. Ia mengulangi ribuan kali gerakan yang berbeda yang di butuhkan untuk menyempurnakan permainannya. Yang dilakukan oleh seorang Michael Jordan memperlihatkan betapa ia larut sepenuhnya untuk menguasai bidangnya.
Untuk larut sepenuhnya kita harus selalu fokus dan konsisten dalam usaha kita. berlatih 2 jam sehari lebih baik daripada berlatih 5 jam tetapi seminggu sekali.
Sambil anda berlatih, anda harus berfokus untuk terus meneru memperbaiki hasil anda, anda juga harus mengukur hasil-hasl setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun untuk memastikan kalau anda terus  menjadi semakin baik.

3.       Pengulangan
koki yang berlatih membuat pizza merasa telah mahir membuat pizza akhirnya ia memutuskan untuk berlatih resep masakan yang baru, namun karena bertahun tahun tidak pernah berlatih membuat pizza lagi akhirnya ia lupa bagaiman caranya membuat pizza. Seperti sang koki karena merasa sudah mahir terhadap suatu hal kadangkala kita berhenti mempelajarinya. Coba anda ingat-ingat lagi berapa banyak pelajaran di sd, smp atau sma yang masih anda ingat sampai sekarang jika anda tidak pernah mempelajarinya lagi, tentunnya banyak yang telah kita lupakan. Rahasia untuk menjadi sangat hebat sehingga terlihat tidak perlu usaha keras adalah pengulangan terus menerus atas tindakan yang benar. Inilah mengapa bruce lee berlatih tendangan sederhana sebanyak lebih dari 10.00 kali dan Michael Jordan melempar bola ke keranjang 200 kali sehari.

Sumber: Winning the Game of Life (Adam Khoo)
                   Life Revolution (Tung desem waringin)
                  Berbagai media online

0 komentar:

Posting Komentar