Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Desember 2013

Pendidikan Sebenarnya

0 komentar
kali ini saya memposting tulisan dari bapak Rhenald kasali ( guru besar FE UI) yang menurut saya sangat inspiratif terutama bagi di dunia pendidikan indonesia, semoga Artikel ini bermanfaat dan memberikan hikmah untuk kita bangsa Indonesia agar lebih maju.

Pendidikan Sebenarnya

Ditulis oleh : Prof. Rhenald Kasali


LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya. Dia pun tersenyum.


BUDAYA MENGHUKUM
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya. “Saya sudah 20 tahun mengajar.

Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap.Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan.

Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. * Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna),tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.


MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin.

Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.


Sumber: dikutip dari salah satu artikel rhenald kasali

Senin, 02 Desember 2013

Menghasilkan pasif income dari adf.ly

0 komentar


Mungkin Anda pernah ketika berkunjung ke suatu situs atau mengklik suatu link maka anda diaarahkan ke halaman yang bernama adf.ly dan mungkin yang sedikit membuat anda terganggu yaitu kita harus menunggu selama 5 detik dan mengklik tombol skip ad agar kita di arahkan ke halaman yang kita inginkan.  Apa sih sebenarnya fungsi adf.ly?

Adf.ly merupakan sebuah situs populer yang berfungsi  untuk memperpendek link dan sekaligus menyembunyikan link aslinya.
Contohnya jika kita ingin membagikan link seperti ini: http://www.ziddu.com/download/23361867/caragilajadipengusahabPurdieEChandra.pdf.html  Akan  diubah menjadi http://adf.ly/aAcfJ

Mengapa para penyebar link gemar menggunakan Adf.ly?
karena pengguna adf.ly  akan dibayar begitu ada orang lain yang melakukan klik terhadap link tersebut. Jadi adf.ly bisa menghasilkan pasif income bagi penggunanya.

Mengapa adf.ly membayar?
Karena  ketika kita dialihkan ke halaman adf.ly kita akan diperlihatkan halaman yang berisi iklan dari sponsor sebelum kita menuju link yang kita inginkan. Jadi sebenarnya para pemasang iklan telah membayar kepada adf.ly agar iklan mereka  disebarkan.

Berapa komisi yang kita terima dari menggunakan adf.ly?
Rata  rata ( untuk indonesia ) adalah 0.5 $ untuk setiap 1000 kali link kita yang dibuka sedangkan untuk amerika 8 $, jadi jika memiliki blog berbahasa inggris maka penghasilan lebih banyak.

Anda juga mendapatkan komisi sebesar 20% dari tiap referral anda,Misalkan referral kita pendapatannya $20/bulannya maka Anda akan mendapatkan komisi 20% x $20 = $4 dari satu referral. Jika referral Anda ada 100 referal dan masing-masing referral/bulannya mendapatkan $20 maka pendapatan Anda adalah 20% x $20 x 100 = $400/bulan. Lumayan besar bukan?

Bagaiaman cara menggunakan adf.ly?
Cukup mudah, kita perlu mendaftar  terlebih dahulu di adf.ly

Setelah pendaftaran klik di kolom shrink dan masukan link yang ingin diperpendek atau di share

Klik kotak shrink jika sudah muncul link pengganti maka silahkan anda blok kemudian copy dan paste kan di tempat yang ingin anda share ( fb,twiter,blog, email,dll)


Bagi anda yang berminat mengguanakan adf.ly dan sebagai sarana pasif income anda bisa mendaftar klik "Di sini"

Cara Efektif Mengatur Keuangan

0 komentar


Kadangkala penghasilan tinggi tidak menjamin kemamkuran kehidupan seseorang, banyak seseorang yang tampaknya kelihatan kaya, pulang pergi naik mobil mewah,kerjanya gonta ganti hp, tiap awal bulan shoping dan liburan, namun sebenarnya hidupnya memprihatikan, hutang dimanaa-mana, dikejar – kejar debt collector tidak mampu membayar cicilan belanja, belum lagi tunggakan kartu kredit yang membengkak. Namun banyak juga orang yang memiliki penghasilan terbatas yang bisa hidup makmur dan aman secara keuangan.

Kemampuan kita dalam mengumpulkan kekayaan tidak hanya dilihat dari berapa besar pengahsilan, tatapi bagaiman kita dapat mengelola keuangan kita secara cerdas. Banyak orang yang  kesulitan dalam hal ini, maka dari itu mungkin sedikit tips ini dapat membantu anda mengelola keungan anda:

Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
Dari segi bahasa, “butuh adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa Anda memang harus melakukan satu hal (apa pun itu) karena memang di-“butuh”-kan.Misalnya, membayar ini atau membayar itu yang memang menjadi kebutuhan. Sebaliknya, “ingin” menunjukkan bahwa tindakan yang Anda lakukan lebih karena Anda memang meng-“ingin”-kannya.
Dengan kata lain “Kebutuhan” merupakan sebuah prioritas yang berarti penting dan keinginan merupakan dorongan dari hawa nafsu kita yang bukan sebuah prioritas yang berarti tidak begitu penting.
Contohnya : membeli sembako, membayar rekening listrik, biaya sekolah (Kebutuhan)
                     Membeli handphone baru, nonton bioskop, liburan (keinginan)

Pilihla prioritas terlebih dahulu

Ketika kita dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan, berarti kita bisa mengetahui bahwa kebutuhan adalah prioritas. Kebutuhan dibagi lagi menjadi:
Biaya hidup
Cicilan utang
Premi asuransi

Biaya hidup memang merupakan hal yang penting bagi kita, namun usahakan prioritaskan terlebih dahulu untuk membayar hutang jika anda memilikinya. Mengapa? Karena Utang biasanya mempunyai akibat tersendiri kalau Anda tidak membayarnya. Apa itu? Denda! Biasanya denda dihitung per hari. Selain itu,saldo utang yang belum Anda bayar hanya gara-gara telat sering kali akan kena bunga lagi. Padahal, Anda hanya telat bayar beberapa hari.

Setelah Anda membayar Cicilan Utang, prioritas kedua ialah menggunakan gaji
Anda untuk membayar pos-pos Premi Asuransi jika anda memilikinya. Kenapa? Kalau Anda telat membayar Premi Asuransi, proteksi yang Anda miliki dari program asuransi bisa hilang. banyak nasabah yang tidak dibayarkan klaim asuransinya gara-gara preminya terlambat dibayar. Padahal, hanya terlambat beberapa hari. Jadi, setelah menggunakan gaji untuk membayar Cicilan Utang, gunakanlah untuk membayar Premi Asuransi.Nah, prioritas ketiga, barulah membayar pos-pos dalam kelompok Biaya Hidup

Hindari hutang yang konsumtif

Jangan berhutng kalau anda memang benar-benar tidak memerlukannya, hutang hanya untuk kesenangan sesaat, seperti berhutang untuk membeli barang-barang mewah karena tuntutan dari rasa gengsi. Ingat! Gengsi tidak akan membuat anda kaya. Gunakan utang untuk hal yang bersifat produktif. Seperti, meminjam uang di bank untuk membeli rumah yang nantinya untuk di kontrakan, atau untuk modal usahal. 

Alokasi asset anda

Sisihkan minimal  10% pendapatan anda untuk hari tua, Banyak orang tidak mau mempersiapkan dana sejak sekarang untuk semua pengeluarannya di masa depan hanya karena merasa belum urgent. Toh masih lama, katanya. Contohnya, anak Anda sekarang masih berusia 5 tahun. Anda merasa belum perlu mempersiapkan dana untuk si anak agar bisa masuk kuliah diusia 17 tahun nanti. Toh  masih 12 tahun lagi. Justru karena masih memiliki kesempatan 12 tahun lagi, Anda bisa menyisihkan uang sedikit-sedikit saja dari sekarang. Sekadar info, kalau Anda terlambat menpersiapkan dana kuliah dan baru mempersiapkannya ketika si anak berusia 14tahun, Anda akan merasa jauh lebih berat. Waktu Anda untuk mempersiapkannya bukan 12 tahun lagi, tapi hanya tiga tahun.Jadi, tidak ada waktu yang terlalu dini untuk mempersiapkannya. Dalam mempersiapkan dana untuk masa depan, time is your ally … waktu adalah sekutu.Artinya, semakin lama waktu yang Anda miliki, semakin ringan beban Andauntuk mempersiapkannya dari sekarang.
uang ini tidak boleh kita gunakan sama sekali walaupun dalam keadaan terdesak. Digunakan hanya jika sudah waktunya.
Misalnya , menabung selama 12 tahun  untuk biaya kuliah anak, sebelum mencapai 12 tahun uang ini tidak boleh diambil sama sekali.

Sisihkan minimal 20% untuk cadangan biaya hidup selama 5-6 bulan atau di investasikan dalam investasi yang bertumbuh. (saham,deposito, reksa dana, property)

Maksimal 70% dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan


Penting!
Ketika menerima penghasilan/gaji sebaikanya langsung disishkan yang mana untuk biaya hidup dan mana yang untuk di tabungkan/investasi, jangan menunggu lama, kalau perlu begitu terima gaji langsung dimasukan ke bank dan buat rekening baru yang benar-benar hanya untuk tabungan. Karena jika uang tersebut tidak secepatnya disisihkan maka kemungkinan besar uang tersebut akan terpakai.


Sumber : Financial Revlution (Tung Desem Waringin)

                Siapa bilang karyawan tidak bisa kaya ( Safir Senduk)

Selasa, 26 November 2013

Belajar menjadi pengusaha dari film Top secret: The billionaire

0 komentar


Tae koe noi, siapa sih yang tidak kenal dengan snack rumpu laut yang satu ini. rasanya yang renyah dan gurih membuat lidah kita ketagihan untuk terus mencicipinya. Saya pikir dulu ini adalah produk dari jepang atau china ternyata berasal dari Negara Thailand.  Snack ini sering saya jumpai di berbagai indomaret, kemasannya yang unik membuat saya penasaran untuk membelinya.

 saya tidak pernah menduga bahwa snack yang bernama tae koe noi ini memiliki filosofi tersendiri di balik namanya. Tae koe noi yang berarti pengusaha muda memiliki sebuah cerita inspiratif, dimana awal kisah sukses snack ini menginspirasi seorang sutradara “Songyos Sugmakanan” untuk Mengangkatnya ke layar lebar yang berjudul Top secret: Wai roon Pun Lan/The Billionaire.

the bilionaer menceritakan tentang kehidupan seorang anak muda yang berumur 18 tahun bernama Top Ittipat Peerdechapan  dimana ia berjuang untuk menjadi seorang pengusaha sukses yang akirnya mendirikan perusahaan snack tae koe noi. Diceritakan bahwa top adalah seorang abg yang hidup dalam keluarga berkecukupan dan kecanduan game online yang tiap hari kerjanya bermain game online dan tidak pernah belajar,di sekolahpun ketika jam pelajaran komputer ia masih sempat bermain game online sampai – sampai orang tuanya sering memarahinya gara-gara hal tersebut. Namun dari kebiasaan bermain game inilah top bersemangat  ingin menjadi pengusaha karena ia mampu memperoleh penghasilan yang besar. dari game online. Lha Koq bisa?? Saat bermain game online banyak sekali para gamer online yang ingin membeli item – item seperti senjata,persisai,baju besi( barang2 dalam game online) kepada top dan top berani menjualnya dengan harga mahal karena itulah ia memiliki banyak uang dan mampu membeli sebuah mobil. Namun akhirnya akun game onlinnya dihapus oleh server dan top tidak punya penghasilan lagi. Lantas ia mencoba berdagang kacang di mall dan laku hingga membuka beberapa cabang namun akhirnya pihak mall tidak mengizinkan lagi karena asap pengolahan kacang mencemari atap mall.
Tak berhenti sampai disitu ia pun mencoba berdagang snack rumput laut yang akhirnya menjadikan ia seorang milarder, namun perjuangannya dalam merintis usaha tae koe noi ini penuh tantangan dan kerja keras, ayahnya bangkrut dan memiliki hutang sebesar 40jt Bath(Rp12miliar) menjadi pukulan telak baginya  Namun tak meyurutkan langkahnya. maka ia pun berkomitmen agar bisa sukses dan dapat melunasi hutang ayahnya.

Banyak sekali hikmah dan pelajaran yg dapat kita ambil dari cerita seorang top ittipath,seorang pengusah harus memiliki komitmen yang kuat,pantang menyerah,keyakinan untuk sukses,dan keberanian dalam mengolah resiko. Keberanian dan keyakinan top tampak  saat ia mengajukan permintaan kemitraan produknya ke perusahaan retail terbesar di dunia 7-11,padahal 7-11 terkenal dengan retail yang menjual produk – produk berkualitas. Permintaannya sempat ditolak karena kemasannya tidak memenuhi standar prosedur. Akhirnya untuk ke2 kalinya top mengajukan kembali permintaannya tentunya dengan desain kemasan yang lebih menarik.
Bukan hanya itu, tantangan lainnya agar produk tersebut benar – benar diterima, pihak 7-11 harus menilai dulu kelayakan produk tersebut dari segi cara pengolahan dan pengemasannya agar dapat memenuhi standar GMP (Good manufacturing practice). Top saat itu tidak memiliki sebuah pabrik yang dia gunakan sebagai tempat produksi hanyala sebuah dapur kecil di dalam rumanya.  Top pun bingung akhirnya ia mencoba mengajukan pinjaman modal kepada sebuah bank untuk membuat sebuah pabrik produksi, namun pengajuan tersebut di tolak dikarenakan top masih dibawah umur dan ayahnya memilki hutang yang cukup besar.  Tak membuat langkahnya suruh tak ada rotan akarpun jadi top akhirnya mendirikan pabrik di dalam ruko ayahnya yang telah di segel oleh pihak bank karena hutang. Agar tempat itu layak dijadikan pabrik top menjual mobil yang ia beli dari hasil pendapatan dari game online untuk membeli peralatan dan perlengkapan produksi. Dan pada akhirnya pihak 7-11 mensetujui kesepakan kemitraan dengan top walapun awalnya mereka sempat ragu dengan pabrik tersebut.

Akhinya kini top telah sukses menjadi pengusaha snack rumput laut yang terkenal dan tao kae noi telah dipasarkan lebih dari 20 negara termasuk di Indonesia yang menjadi distributor terbesar no 2 setelah Negara asalnya Thailand. Top juga telah memiliki perkebunan rumput laut di korea selatan dan telah memiliki penghasilan sebesar 1.500juta bath (450 miliar) pada tahun 2010.



Tae koe noi bukan la sekedar  merek namun adalah lambang dari usaha dan kerja keras, kita dapat belajar dari perjuangan top dalam meraih kesuksesannya. Seorang pengusaha perlu memiliki sifat ulet dan berani mengambil resiko karena menjadi pengusaha membutuhkan keberanian dalam mengahadapi tantangan yang ada. Fokus dan selalu memonitoring perkembangan usaha sangat di butuhkan karena seiring perjalan  banyak sekali hal yang dapat membuat kita melenceng dari tujuan kita. Maka dibutuhkan kunci yang paling utama yaitu yakin bahwa kita pasti berhasil, mengutip dari kata-kata bapak Tung desem waringin bahwa “tidak ada kata gagal yang hanya ada sukses atau belajar” karena Keyakinan akan selalu menjadi harapan terbesar kita dan pemberi gairah dalam mencapai apa yang kita inginkan.  


Bagi yang belum pernah menontonnya, film ini sangat direkomendasikan karena film ini memberikan kita hikmah pelajaran dan nilai-nilai positif  yang dapat memberi inspirasi sehingga memacu kita agar selalu termotivasi untuk meraih masa depan yang sukses.